1. Pengertian Radang
Radang (bahasa Inggris: inflammation) adalah respon dari suatu organisme terhadap patogen dan alterasi mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar, atau terinfeksi. Radang atau inflamasi adalah satu dari respon utamasistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi.2. Fungsi Radang
Radang mempunyai tiga peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi:[1]
§ memungkinkan penambahan molekul dan sel efektor ke lokasi infeksi untuk meningkatkan performa makrofaga
§ menyediakan rintangan untuk mencegah penyebaran infeksi
§ mencetuskan proses perbaikan untuk jaringan yang rusak.
Respon peradangan dapat dikenali dari rasa sakit, kulit lebam, demam dll, yang disebabkan karena terjadi perubahan pada pembuluh darah di area infeksi:
§ pembesaran diameter pembuluh darah, disertai peningkatan aliran darah di daerah infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kulit tampak lebam kemerahan dan penurunan tekanan darah terutama pada pembuluh kecil.
§ kombinasi dari turunnya tekanan darah dan aktivasi molekul adhesi, akan memungkinkan sel darah putih bermigrasi ke endotelium dan masuk ke dalamjaringan. Proses ini dikenal sebagai ekstravasasi.
3. Tanda-tanda Terjadinya Peradangan
Bagian tubuh yang mengalami peradangan memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
§ tumor atau membengkak
§ calor atau menghangat
§ dolor atau nyeri
§ rubor atau memerah
§ functio laesa atau daya pergerakan menurun
dan kemungkinan disfungsi organ atau jaringan.
4. Jenis-jenis Radang
1. Menurut Lamanya :
a. Radang Akut
Bila kerusakan jaringan awal kuat 1 – 4 mgg, eksudatif, perubahan vaskuler, migrasi lekosit.
Tanda-tanda :
1. Tumor : pembengkakan (edema lokal) oleh eksudasi
2. calor : peningkatan suhu lokal karena vasodilatasi
3. rubor : warna kemerahan karena hemakonsentrasi lokal
4. dolor : Nyeri lokal karena terjepitnya saraf oleh cairan eksudat
5. functiolaesa : Gangguan fungsi lokal akibat rasa nyeri.
b. Radang Kronik/menahun
Bila pengaruh jejas seimbang dengan kemampuan reaksi tubuh/persisten = proses proliferatif fibroblasi dengan jaringan ikat .
c. Radang subakut/subkronik
Proses transisi kedua macam radang
1. sebagai radang akut dengan remisi
2. sebagai radang kronik dengan eksaserbasi akut
Morfologi : kombinasi eksudasi & prliferasi.
2. Menurut Macam Eksudatnya (Radang Akut)
a. Radang serosa
Eksudat cair terdiri dari : serum/plasma darah dg kadar protein meningkat
b. Radang Kataral
Eksudat berlendir mukoid/musinous pada sal. Pencernaan & sal. Pernapasan.
c. Radang Fibranosa
Dengan endapan eksudat anyaman fibrin pada permukaan viseral (pleura, perikardium peritonium).
Radang Purulenta/supuratif
Dengan eksudat nanah yaitu debris (sel-sel mati) bercampur dg PMN neutropil hidup & mati.
d. Radang (pseudo) membranosa
Dengan endapan jaringan nekrosis yang tersangkut pada anyaman fibrin, àmelekat pada permukaan jaringan granulasi yang bila dilepaskan perdarahan (terutama pada penyakit difteri tonsil).
5. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Proses Radang
1. Penyebab Jejas :
a. Dosis dan Virulensi
b. Waktu interaksi berlangsung
2. Prenderita/ tuan rumah :
a. Umur : anak blm sempurna, usila sdh menurun pertahanan tbh menurun b. Nutrisi : defisiensi protein
c. Penyakit lain
c. Penyakit lain
3. Lokalisasi & macam jaringan ;
a.Jaringan kendor seperti paru : mudah meluas
b. Banyaknya penderita
4. Obat-obatan
a. Antibiotik : melawan penyebab infeksi
b. Corticosteroid ; Menghambat proses radang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar